Tidur dalam Keadaan Gelap dapat Tingkatkan Kesehatan

Tidur dalam Keadaan Gelap dapat Tingkatkan Kesehatan

Selain memberikan rasa yang lebih nyaman, secara ilmiah, tidur dengan keadaan gelap ternyata memiliki manfaat kesehatan.

Sebaliknya, paparan cahaya ketika tidur ternyata memiliki beberapa risiko terhadap sejumlah masalah kesehatan.

Melansir Blue Cross Blue Shield of Michigan, tubuh memiliki suatu jadwal tersendiri yang memberi sinyal kapan kita harus terjaga dan kapan kita harus tidur.

Jadwal tersebut disebut dengan ritme sirkadian, yang beroperasi selama 24 jam.

Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang mengganggu ritme sirkadian, karena ketika cahaya masuk dalam kelopak mata, otak akan mendapatkan sinyal untuk berhenti memproduksi melatonin.

Dampak paparan cahaya di malam hari tidak berhenti pada gangguan tidur saja, melainkan juga merembet ke kesehatan fisik.

Sebuah penelitian dari Northwestern University menemukan bahwa paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu fungsi kardiovaskular selama seseorang beristirahat serta meningkatkan resistensi insulin pada keesokan harinya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, sindrom metabolik, hingga obesitas apabila terjadi secara terus-menerus.

Paparan cahaya secara kronis juga diketahui dapat mengganggu kondisi mental seseorang.

Dalam studi lain yang dilakukan para peneliti pada tahun 2023, mengungkap bahwa hal tersebut dapat meningkatkan gejala insomnia dan depresi.

Oleh karena itu, tidur dalam keadaan gelap secara otomatis dapat meningkatkan kesehatan karena berhubungan dengan kualitas tidur yang baik.

Blue Cross Blue Shield of Michigan juga memberikan beberapa tips praktis untuk dilakukan untuk mengurangi paparan cahaya.

Gunakan tirai blackout (anti-cahaya): Pasang tirai tebal untuk menghalau cahaya dari luar jendela.

Pakai penutup mata (eye mask): Langkah ini sangat efektif mencegah cahaya masuk ke mata agar produksi melatonin tidak terhambat.

Pilih lampu tidur yang redup: Jika langit-langit kamar berwarna terang dan memantulkan cahaya, gunakan lampu tidur yang sangat redup.

Pilih warna lampu yang tepat: Gunakan lampu dengan spektrum warna lembut seperti kuning, merah, atau jingga, karena jauh lebih ramah bagi mata dibandingkan lampu berwarna putih.

Lakukan digital detox sebelum tidur: Matikan dan jauhkan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan televisi setidaknya 30 menit sebelum tidur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link