Turis Lokal Diusir Pemilik Warung, Pantai Blue Lagoon Tetap Ramai Pengunjung

Turis Lokal Diusir Pemilik Warung, Pantai Blue Lagoon Tetap Ramai Pengunjung

Usai viral kasus turis lokal yang diusir oleh pemilik warung, pantai Blue Lagoon di Bali ternyata tetap ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai Blue Lagoon tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan. Objek wisata yang berlokasi di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, itu sempat viral setelah seorang turis lokal mengaku diusir oleh pemilik warung di pantai itu.

Kadek Suriati, salah seorang penyedia peralatan diving dan snorkeling di Pantai Blue Lagoon, menuturkan kunjungan meningkat saat akhir pekan. Tak hanya wisatawan mancanegara, turis domestik pun ramai pelesiran ke pantai yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya itu. “Tiap hari lumayan ramai yang datang untuk snorkeling dan diving, sekitar 50-100 orang dalam sehari. Bahkan bisa lebih saat hari-hari tertentu,” kata Kadek Suriati, Minggu (12/7/2026).

Meski begitu, Suriati mengakui tak semua wisatawan menyewa perlengkapan snorkeling dan diving darinya. Sebab, dia berujar, sejumlah turis sudah membawa perlengkapan sendiri.

“Tarif sewa peralatan diving dan snorkeling sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 75 ribu per orang untuk paket standar. Kalau peralatan lengkap sekitar Rp 85 ribu-Rp 100 ribu per orang,” imbuh Suriati.

Luh Putu Susiani setali tiga uang. Ia menyebut hanya 50 persen wisatawan yang datang menyewa peralatan diving dan snorkeling di pantai tersebut.

“Kebanyakan yang datang memang untuk melakukan diving dan snorkeling, biasanya menjelang sore pasti ramai wisatawan,” ujar Susiani.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link