Sekolah Rakyat Pertama di Brebes Resmi Dibuka Usung Konsep Asrama Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat Pertama di Brebes Resmi Dibuka Usung Konsep Asrama Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan

Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026). Hari itu menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan di Brebes dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa baru dari keluarga kurang mampu. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut baik berdirinya Sekolah Rakyat di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran SRT 1 Brebes menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus membangun masa depan yang lebih baik. “Kita berkumpul hari ini dengan tujuan sederhana, tetapi sangat mulia: memastikan anak-anak kita memulai perjalanan pendidikan dengan kondisi sehat, siap, dan aman,” ucap Paramitha.

Dia mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang siswa sejak hari pertama mereka mengikuti kegiatan di sekolah.

Paramitha juga menitipkan pesan kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh penyelenggara agar memberikan pendampingan terbaik kepada para siswa. “Saya titipkan anak-anak ini kepada Bapak Ibu sekalian. Jagalah mereka sebaik menjaga anak sendiri. Dampingi dengan ketegasan yang mendidik namun tetap dibalut kelembutan hati,” ujarnya. Selain itu, Paramitha meminta para pendidik membentuk karakter siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. “Bangun karakter mereka agar kuat, tetapi tetap memiliki hati yang lembut dan penuh kasih sayang,” pesannya. Kepada para siswa, Paramitha berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Hormati semua yang membimbing kalian. Selesaikan pendidikan ini dengan hasil terbaik, lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan buktikan bahwa kalian mampu mengubah masa depan serta mengangkat derajat keluarga kalian,” ujarnya. Paramitha juga memahami perasaan bangga sekaligus khawatir para orang tua yang menitipkan anaknya di sekolah berasrama tersebut. Oleh karena itu, ia memastikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan bersama-sama memperhatikan seluruh kebutuhan siswa, mulai dari fasilitas, keamanan, kesehatan, hingga kesejahteraan mereka selama mengikuti pendidikan. “Program besar ini tidak akan berjalan sendirian. Saya minta seluruh perangkat daerah untuk terus bersinergi, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga kesiapan lingkungan pendukung lainnya,” ucap Paramitha.

Dia pun mengajak semua pihak mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat demi mewujudkan generasi muda Brebes yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa daerahnya menjadi lebih maju.

Upaya memutus rantai kemiskinan
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) Siti Indriasri Oktaviana mengatakan, kehadiran SRT 1 Brebes merupakan wujud komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Ibu Bupati beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan penuh,” kata Siti.

Siti menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Sekolah Rakyat adalah sekolah, adalah rumah, dan adalah masa depan bagi anak-anak yang selama ini mungkin merasa belum terjangkau layanan pendidikan terbaik,” ucap Siti. Dia menjelaskan, pembukaan Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap dalam empat gelombang di berbagai daerah di Indonesia. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan seluruh fasilitas, mulai dari asrama, air bersih, listrik, sanitasi, hingga sarana pendukung lainnya, telah siap digunakan sesuai standar keamanan dan kenyamanan.

Khusus untuk SRT 1 Brebes, pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mencapai 83,27 persen dan ditargetkan selesai sebelum seluruh fasilitas digunakan secara penuh. Selama tiga bulan ke depan, para siswa akan mengikuti berbagai tahapan persiapan yang meliputi MPLS, matrikulasi, penilaian bakat dan minat, serta pembentukan karakter. Selanjutnya, kegiatan pembelajaran dan kehidupan di asrama akan dimulai secara bertahap dalam rentang 21–31 Juli 2026.

Kepada para siswa, Siti berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter yang kuat. “Tumbuhlah menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, serta negara kelak,” pintanya. Siti juga meyakinkan para orangtua bahwa Sekolah Rakyat dikelola dengan prinsip ramah anak, bebas dari segala bentuk kekerasan, serta didukung tenaga pendidik dan pengasuh yang profesional.

Selain pembelajaran akademik, siswa juga akan mendapatkan materi mengenai kesehatan, literasi digital, kepemimpinan, cinta Tanah Air, serta edukasi tentang pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link