Desa Terdampak Kekeringan di Purbalingga Bertambah

Desa Terdampak Kekeringan di Purbalingga Bertambah

Jumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih di Kabupaten Purbalingga terus bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau. Terbaru, Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong, masuk dalam daftar wilayah terdampak kekeringan.

Hingga Jumat (17/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga telah menyalurkan 151 ribu liter air bersih atau setara 31 tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Haprindiat mengatakan, saat ini terdapat empat desa di dua kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke satu sekolah dan satu pondok pesantren.

“Desa Kutabawa dan Desa Serang, serta SMPN 3 Karangreja di Kecamatan Karangreja. Ponpes Darurrahman di Kecamatan Karanganyar. Serta Desa Gumiwang dan terbaru Desa Pandansari di Kecamatan Kejobong,” katanya.

Ia menjelaskan, total warga terdampak mencapai 2.942 jiwa atau 791 kepala keluarga. Desa Pandansari menjadi wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak, yakni 1.754 jiwa atau 600 kepala keluarga.

“Total air bersih yang sudah kami distribusikan untuk mengatasi kesulitan air bersih sebanyak 151 ribu liter atau 31 tangki,” jelasnya.

Rinciannya, Desa Kutabawa dan Desa Serang menerima 40 ribu liter air bersih. Desa Gumiwang mendapat 26 ribu liter, SMPN 3 Karangreja memperoleh 5 ribu liter, sedangkan Pondok Pesantren Darurrahman menerima 10 ribu liter.

Revon memperkirakan kebutuhan distribusi air bersih masih akan meningkat. Sebab, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus sehingga potensi bertambahnya wilayah terdampak masih cukup besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link